Joko Anwar
3 Januari 1976 - Sekarang

Mengawali kariernya sebagai jurnalis, Joko Anwar terjun ke dunia film. Ia pun mencobanya baik sebagai penulis, pemain, maupun sutradara. Namanya pun populer di industri film Indonesia.

Joko Anwar mulai dikenal publik lewat film Janji Joni yang ia tulis dan sutradarai sendiri. Film tersebut membuatnya makin diperhitungkan di jajaran sineas tanah air. Bukan hanya itu saja, aksi nekat bugil di minamarket demi janjinya di Twitter juga telah membuat namanya semakin meroket.
 
Joko tumbuh di sebuah kawasan perkampungan miskin di Medan, Sumatera Utara. Pria yang lahir 13 Januari 1976 ini tumbuh besar dengan menonton film-film kung fu dan horor. Dia begitu akrab dan menyukai film.
 
Karena itu sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia telah menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. Meski demikian bakat Joko tidak mendapat sambutan dan selaras dengan pendidikan formalnya.
 
Joko kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung untuk belajar Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak sanggup menyekolahkannya ke sekolah film. Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia pun menjadi wartawan di harian berbahasa inggris The Jakarta Post. Selain itu, Joko pun berkarier sebagai kritikus film handal.
 
Kariernya berkecimpung di dunia film dimulai saat dia bertemu dengan sutradara dan produser kenamaan Nia Dinata. Saat itu Joko mewawancarai Nia untuk korannya The Jakarta Post.
 
Melihat Joko, Nia kemudian sangat terkesan dan mengajaknya untuk menulis proyek filmnya yang kemudian dikenal dengan judul Arisan! (2003). Film tersebut luar biasa sukses baik secara komersial maupun pujian dari para kritikus dan memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri. Arisan! pun diganjar dua penghargaan  Film Terbaik di Festival Film Indonesia dan Best Movie di MTV Indonesia Movie Awards pada 2004.
 
Joko pun tidak hanya berkiprah sebagai penulis saja. Dia lalu menyutradarai film pertamanya, sebuah komedi romantis berjudul Janji Joni (Joni's Promise) di tahun 2005. Film dengan bintang utamanya Nicolas Saputra dan Mariana  
Renata ini mendapat sambutan luar biasa.
 
Ia mengaku film yang banyak dibintangi artis baik tua maupun muda itu ditulis saat masih duduk di bangku kuliah pada 1998. Lagi-lagi film yang garapnya kembali mendapat anugerah Best Movie di MTV Indonesia Movie Awards 2005. Tak hanya itu SET Foundation yang diketuai oleh pembuat film Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk "cara bercerita yang inovatif' dalam film itu.
 
Janji Joni juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival.  
 
Pada 2007, Joko Anwar menulis dan menyutradarai Kala, yang disebut-sebut sebagai film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari para kritikus internasional. Majalah film terkemuka dari Inggris, Sight & Sound, memilih film ini sebagai salah satu film terbaik di tahun itu dan juga menamakan Joko sebagai salah satu sutradara tercerdas di Asia.  
 
Film ini terpilih dalam seleksi lebih dari 30 film festival internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di antaranya sebuah Jury Prize di New York Asian Film Festival. The Hollywood Reporter menyebut Kala sebagai "sebuah ‘film noir’ cerdas yang mengingatkan penonton pada film M karya Fritz Lang" Film ini juga telah disandingkan dengan karya-karya Alex Proyas dan Kiyoshi Kurosawa.  
 
Joko juga terus menulis skenario untuk sutradara lain, termasuk film komedi Quickie Express yang memenangkan film terbaik di Jakarta International Film Festival pada tahun 2008 dan Jakarta Undercover.  
 
Dua film tersebut juga sukses secara komersial. Joko juga menulis skenario film Fiksi yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan memenangkan banyak penghargaan, antara lain Film Terbain dan Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia 2008.
 
Joko juga pernah menggarap acara televisi. Setelah diajak Nia menggarap Arisan!, Joko kemudian diminta Nia untuk menulis dan menyutradarai mock-reality-show AJANG AJENG (2004) untuk MTV yang merupakan sindiran terhadap reality show yang sedang menjamur.
 
Selain terkenal dengan film dan skenario yang dibuatnya, Joko juga terkenal dengan aksi nekatnya. Salah satunya saat Ia nekat bugil ke minimarket di bilangan Bintaro. Aksi nekat itu berawal dari cuitannya di twitter, “If I got my 3000th follower today, I’ll go into a Circle K naked.” Yang berarti, “Jika saya mendapatkan 3000 follower hari ini, saya akan pergi ke Circle K dalam keadaan telanjang.”
 
Rupanya tweet itu mendapat respon tinggi dan disebar. Akibatnya dalam waktu singkat follower-nya menembus angka 3000.
 
Aksi nekad Joko pun semakin melambungkan namanya. Bahkan di twitter saat itu minimarket Circle K menjadi trending topic gara-gara aksinya. Hal itu juga dikenal sebagai Janji Joko plesetan dari filmnya Janji Joni.
 
Joko pun kembali menunjukan integritasnya sebagai penulis dan sutradara dalam film thriller psikologis Pintu Terlarang yang sukses mendapat pujian dari kritikus film internasional.  
 
Sebut saja Richard Corliss dari majalah TIME pun mengakui kehebatannya dengan statement, “Cerdas sekaligus sakit, film ini bisa jadi kartu panggilan buat Joko Anwar sebagai sutradara kelas dunia, kalau saja para petinggi Hollywood menginginkan sesuatu yang lain dari produk mereka yang itu-itu saja".
 
Film Pintu Terlarang ini juga dinobatkan sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.
 
Joko menjajal peruntungannya sebagai pemeran pada beberapa film yang disutradarainya yaitu Madame X (2010), Demi Ucok (2013), 3Sum (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Melancholy Is A Movement (2015).
 
Di tahun 2017, Joko Anwar berhasil menciptakan film horror fenomenal bertajuk Pengabdi Setan yang di-remake dari film berjudul sama yang rilis tahun 1980 silam.  
 
Film yang tayang tanggal 28 September itu berhasil mendulang 3.373.751 penonton selama 24 hari tayang. Jumlah fantastis untuk sebuah film horror Indonesia. Pengabdi Setan juga diakui jadi sinema Indonesia paling menakutkan.
 
Lewat tangan dingin Joko Anwar, Pengabdi Setan masuk dalam jajaran 13 nominasi Piala Citra 2017 dalam kategori Film Terbaik, Penata Sinematografi, Aktor Anak, Penata Busana, Penata Rias, Penata Artistik, Penata Efek Visual, Penata Musik, Musik Tema, Penata Suara, Penyunting Gambar, dan Penulis Skenario Terbaik. (LP/AC/DN)
(Photo: VIVA.co.id/Ichsan Suhendra)  


PENDIDIKAN
SMA Negeri 1 Medan (1993)
Wheeling Park High School, West Virginia, US (1994)
Institut Teknologi Bandung, Teknik Penerbangan (1999)
 
KARIER
Filmografi
Arisan (2003) (penulis)
Janji Joni (2005) (penulis/sutradara)
Jakarta Undercover (2007) (penulis)
Kala (2007) (penulis/sutradara)
Quickie Express (2007) (penulis)
Fiksi (2008) (penulis)
Pintu Terlarang (2009) (penulis/sutradara)
Rumah Dara (2009) (bintang tamu)
Meraih Mimpi (2009) (pengisi suara)
Madame X (2010) (pemeran)
Modus Anomali (2012) (penulis/sutradara)
Demi Ucok (2013) (pemeran) sebagai produser film
3Sum (2013) (pemeran) - segmen Impromptu
Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014)(pemeran)
Melancholy Is A Movement (2015) (pemeran)
A Copy of My Mind (2015) (sutradara/penulis)
Impetigore (2015) (sutradara)
Pengabdi Setan (2017) (sutradara)
 
PENGHARGAAN
Janji Joni jadi “Best Movie” di MTV Indonesia Movie Award 2005
Kala mendapat penghargaan sebagai film terbaik 2007 dan Joko sebagai sutradara tercerdas Asia tahun itu dari majalah inggris Sight & Sound.
Fiksi menjadi film terbaik dan skenario terbaik FFI 2008
Pintu Terlarang mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.
Modus Anomali memenangkan penghargaan Bucheon Award di ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF)